Bandung, 2 Oktober 2026 – Suasana di MI Al-Ishlah Kota Bandung pada Jumat pagi ini tampak berbeda dan lebih berwarna. Seluruh elemen madrasah, mulai dari para murid, dewan guru, hingga staf dan karyawan, tampil anggun dan berwibawa dengan mengenakan Pakaian Batik Nusantara. Peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada Jumat, 2 Oktober 2026 ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momen istimewa untuk menegaskan kembali bahwa batik bukan sekadar karya seni visual yang indah, melainkan warisan budaya adiluhung bangsa Indonesia yang telah diakui dunia dan wajib dijaga serta dilestarikan oleh generasi penerus.

Sejak pagi hari, keceriaan sudah terpancar saat kegiatan pembiasaan pagi dimulai. Halaman madrasah dipenuhi dengan beragam corak dan motif batik khas dari berbagai daerah di Nusantara yang dikenakan oleh para murid. Kebersamaan dan keberagaman motif batik ini menjadi pemandangan yang menyejukkan hati, menggambarkan betapa indahnya kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia ketika dipadukan dalam lingkungan pendidikan madrasah.

Dalam amanat pembiasaan pagi, Kepala MI Al-Ishlah memberikan pesan mendalam yang membakar semangat seluruh peserta didik. Beliau mengingatkan bahwa batik adalah identitas bangsa dan warisan budaya yang sangat berharga. “Batik adalah identitas kita dan warisan budaya bangsa yang harus kita banggakan. Kebanggaan inilah yang hendaknya menambah rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala karunia dan keindahan yang telah Dia limpahkan dalam hidup kita,” tutur beliau dengan penuh kehangatan.
Tidak hanya menguatkan kecintaan pada budaya bangsa, rangkaian pembiasaan pagi Jumat ini juga diisi dengan penguatan nilai-nilai keagamaan. Masih dalam sesi pembiasaan pagi, seluruh murid diajak menyimak dan menonton video pembelajaran edukatif bersama mengenai “Kenapa Kita Harus Sholat” dan “Kenapa Sholat Itu Wajib” melalui layar proyektor. Pembelajaran visual ini bertujuan memberikan pemahaman yang mendalam sejak dini tentang pentingnya menjaga kedisiplinan ibadah sholat sebagai tiang agama dan wujud ketaatan tertinggi kepada Sang Pencipta.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan pembiasaan pagi selesai dilaksanakan dengan tertib, para murid beranjak kembali ke kelas masing-masing bersama wali kelasnya. Di dalam kelas, suasana hangat dan ceria terus berlanjut melalui berbagai aktivitas kebersamaan, seperti sesi foto bersama mengenakan batik terbaik, kegiatan mewarnai motif batik, hingga diskusi interaktif. Melalui kegiatan Hari Batik Nasional ini, MI Al-Ishlah berharap seluruh murid tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan taat beribadah, tetapi juga bangga akan identitas budaya bangsanya sendiri.

Views: 49





0 Comments