Sejarah MI Al Ishlah Bandung
MI AL-ISHLAH Bandung didirikan pada tahun 1976 dengan Kepala Madrasah pertama Bapak Enjang Hidayat, BA, di bawah naungan Yayasan Al-Ishlah yang didirikan oleh Bapak Kiagus H. Djalaluddin Musa dengan Akte Notaris Masri Husen, SH nomor 40 tahun 1976.
Sehubungan dengan UU No. Tahun 2004 tentang Yayasan, maka dilakukan perubahan nama yayasan menjadi Yayasan Bina Ishlah Persada berdasarkan Akte Notaris Amalia Ratnakomala Nomor 06 Tanggal 10 Agustus 2007.
Yayasan Bina Ishlah Persada merupakan pengembangan dari Masjid Al-Ishlah yang sudah berdiri sejak tahun 1927 dengan pendirinya Bapak Kiagus H. Muhammad Musa yang lebih dikenal dengan sebutan Mama Adjengan Musa. Masjid Al-Ishlah merupakan salah satu masjid tertua di wilayah Bandung Selatan, yang pada awal berdirinya lebih dikenal sebagai Masjid Situsaeur atau Masjid Adjengan Musa.
Berbeda dengan Masjid Al-Ishlah yang tanahnya merupakan wakaf dari Bapak H. Umar, maka tanah yang sekarang di atasnya berdiri MI AL-ISHLAH Bandung Al-Ishlah, merupakan wakaf dari Bapak Kiagus H. Anang Thayib.
Pada mulanya tanah MI AL-ISHLAH Bandung berfungsi sebagai lahan penampung/saluran air bersih untuk keperluan peribadatan di Masjid Al-Ishlah yang pada waktu itu masih menggunakan air sawah sebagai sumber air bersih.
Dalam perkembangannya setelah Masjid Al-Ishlah tidak lagi menggunakan air sawah sebagai sumber air keperluan peribadatan, di atas tanah penampung air tersebut didirikan bangunan rumah milik Bapak KHM. Musa sebagai pengelola Masjid Al-Ishlah, yang selanjutnya kepemilikan bangunan rumah tersebut beralih ke Bapak Kiagus H. Djalaluddin Musa tanpa mengubah status wakaf dari tanah tersebut.
Pada tahun 1970-an, tanah dan bangunan rumah tersebut diubah fungsinya menjadi Madrasah Diniyah Al-Ishlah yang dikelola oleh Bapak Mu’allim Ahmad Shodikin yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pada pagi dan sore hari. KBM pagi hari bagi siswa yang bersekolah pada sore hari, dan KBM sore hari bagi siswa yang bersekolah pada pagi hari. Inilah cikal bakal berdirinya MI AL-ISHLAH Bandung, di mana banyak permintaan didirikannya sekolah formal di lingkungan Masjid Al-Ishlah, sehingga didirikanlah Yayasan Al-Ishlah pada tahun 1976 untuk membidani berdirinya MI AL-ISHLAH Bandung.
Seiring dengan perjalanan waktu, dalam perjalanannya, MI AL-ISHLAH Bandung, beberapa kali berganti pimpinan setelah ditinggalkan oleh Bapak Enjang Hidayat,BA, para kepala MI AL-ISHLAH Bandung yang pernah bertugas di MI AL-ISHLAH Bandung adalah Bapak KH. Anwar Sya’roni, Sm.Hk., Bapak KH. Hasan Mukarrom, BA. Dan Bapak Rahmat Setiawan, S.Ag. yang wafat tanggal 17 Juni 2003,pada saat beliau masih menjabat sebagai Kepala MI AL-ISHLAH Bandung sejak tahun 1987.
Sejak tanggal 18 Juni 2003 kepemimpinan MI Al-Ishlah dipercayakan kepada Drs. Kiagus Ahmad Ismail, dengan SK Yayasan Nomor 023 Tahun 2003 tentang Penggantian Kepala Madarsah.
Lazimnya sebuah lembaga yang biasa mengalami pasang surut, maka MI AL-ISHLAH Bandung pun mengalaminya. Ada saatnya mengalami kemajuan, dan ada pula saatnya mengalami kemunduran. Akan tetapi segala kemajuan dan kemunduran tersebut terus dijadikan sebagai wahana pembelajaran untuk terus lebih meningkatkan kinerja seluruh warga MI AL-ISHLAH Bandung, sehingga diharapkan dari waktu ke waktu, MI AL-ISHLAH Bandung terus memperoleh kemajuan dan menjadi dambaan masyarakat sekitarnya untuk menitipkan putra-putrinya menjadi generasi penerus bangsa di masa yang akan datang.
Kini, MI AL-ISHLAH Bandung sudah mulai menampakkan hasil dari segala upaya tersebut, dua bidang tanah di sebelah timur dan utara madrasah sudah menjadi miliknya. Fasilitas yang dimilikinyapun sudah mulai terlihat membanggakan, laboratorium komputer, mesin foto kopi, KBM yang tidak lagi menggunakan kapur tulis tetapi dengan spidol whiteboard, serta peralatan elektronik lainnya untuk mendukung kenyamanan belajar, siswa yang terus bertambah secara signifikan, tenaga pengajar yang hampir seluruhnya sarjana pendidikan, merupakan situasi dan kondisi yang memberi secercah harapan, semoga MI AL-ISHLAH Bandung di masa yang akan datang menjadi madrasah yang menjadi kebanggaan bagi warga MI AL-ISHLAH Bandung khususnya dan masyarakat di sekitarnya pada umumnya. Semoga.

