Berdirinya Kota Bandung: Meneladani Sejarah Pendirian Kota Bandung dalam Membangun Generasi Rabbani di Madrasah

by | 11 Sep 2026

Oleh: Amelia Fauziah Azhari, S.Pd

Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat, merupakan salah satu kota terbesar dan paling penting di Indonesia. Terletak di dataran tinggi, kota ini dikenal dengan udara sejuknya, pemandangan pegunungan, serta warisan budaya dan sejarah yang kaya.

Asal-usul Nama “Bandung”

Nama “Bandung” dipercaya berasal dari kata “bendung” atau “banding” yang berarti bendungan atau danau. Konon, pada masa lalu Sungai Citarum terhambat oleh aliran lava dari letusan Gunung Tangkuban Parahu, yang kemudian membentuk danau purba raksasa di cekungan Bandung. Danau ini dikenal sebagai “Danau Bandung Purba” dan menginspirasi nama kota tersebut.

Ada pula cerita rakyat yang menyebutkan bahwa nama Bandung berasal dari perahu “bandung”, yaitu dua perahu yang disatukan. Cerita ini dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang juga menjadi bagian penting dari budaya lokal.

Bandung sebagai “Paris van Java”

Memasuki abad ke-20, Bandung mengalami modernisasi pesat. Pemerintah Hindia Belanda mulai mengembangkan Bandung sebagai kota hunian bagi para pejabat Eropa. Tata kota dirancang bergaya Eropa dengan jalan lebar, taman kota, dan bangunan megah.

Gaya arsitektur Art Deco mendominasi bangunan di Bandung pada 1920-an hingga 1930-an. Gedung-gedung ikonik seperti Gedung Sate, Hotel Savoy Homann, Gedung Merdeka, dan Villa Isola dibangun pada masa ini. Bandung pun dijuluki “Paris van Java” karena atmosfernya yang menyerupai kota-kota di Eropa.

Bandung bahkan sempat direncanakan menjadi ibu kota Hindia Belanda menggantikan Batavia, karena iklimnya yang lebih bersahabat dan lokasinya yang strategis. Namun, rencana ini gagal terwujud akibat pecahnya Perang Dunia II dan pendudukan Jepang.

 

Kota Bandung lahir dari kehendak untuk terus bergerak maju tanpa merobohkan akar tradisi. Ketika Bupati Bandung VI, R.A. Wiranatakusumah II, memindahkan pusat pemerintahan dari Krapyak ke tepian Sungai Citarum pada awal abad ke-19, langkah tersebut menjadi pemantik lahirnya sebuah kawasan yang dinamis, strategis, dan berwawasan luas. Nilai-nilai historis dari filosofi “Bandung Gemah Ripah Loh Jinawi” serta “Tata Titi Duduga Prawasa” senantiasa sejalan dengan semangat Pendidikan.

Perjalanan sejarah Paris van Java ini memberikan cerminan nyata terhadap Madrasah dalam membentuk generasi penerus yang berkarakter kuat:

  • Sebagaimana peradaban Tatar Sunda yang tumbuh beriringan dengan kedalaman nilai-nilai keislaman, Madrasah berkomitmen mengembangkan kehidupan Islami yang bercorak Ahlussunnah wal jama’ah, menjaga kedamaian dan toleransi di tengah masyarakat.
  • Berdirinya Bandung tidak lepas dari kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan alam dan nilai leluhur. Misi memelihara nilai-nilai agama dan budaya lama yang masih relevan menjadi benteng agar identitas bangsa tidak tergerus zaman.
  • Bandung dikenal sebagai kota kreatif yang lahir dari keberanian melakukan perubahan. Semangat ini mewujud dalam langkah madrasah untuk menumbuhkembangkan sikap inovatif menuju pembaruan di bidang pendidikan dan pembelajaran.
  • Ketangguhan para pendiri kota dalam menghadapi tantangan zaman mencerminkan pentingnya mengembangkan sikap sportif yang dilandasi intelektualitas religius—siap bersaing secara sehat dengan berpijak pada nilai keimanan.
  • Karakter masyarakat Bandung yang ramah dan terbuka sejalan dengan pendidikan humanistik yang menegaskan pemberdayaan kepribadian murid, kecerdasan emosional, serta kepekaan moral, spiritual, dan religius.
  • Keputusan historis pemindahan ibu kota kabupaten memperlihatkan pertimbangan rasional yang matang. Hal ini melandasi pentingnya mengembangkan cara berpikir logis agar murid senantiasa cerdas dan bijak dalam bertindak.
  • Bandung tumbuh menjadi kota besar karena kemampuannya merangkul berbagai latar belakang secara harmonis. Madrasah menerapkannya dengan melaksanakan tugas dan fungsi berlandaskan semangat kebersamaan yang demokratis.
  • Dari kota perjuangan hingga pusat kebudayaan dan teknologi, Bandung terus membuktikan keandalannya. Semangat tersebut diwujudkan madrasah melalui peningkatan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi agar murid siap menjawab tantangan global.

Melalui perpaduan nilai sejarah pendirian Kota Bandung dan nilai-nilai di Madrasah, pendidikan tidak hanya mencetak insan yang cerdas secara intelektual dan unggul dalam teknologi, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak mulia, berakar pada budaya, dan teguh dalam keimanan. Berdirinya Kota Bandung memberikan pelajaran berharga bahwa kemajuan masa depan harus dibangun di atas fondasi spiritualitas, kearifan lokal, dan pemikiran logis-inovatif. Madrasah Al-Ishlah mengambil semangat sejarah tersebut untuk menuntun seluruh civitas akademika menuju terwujudnya visi insan yang Agamis, Lestari, Inovatif, Sportif, Humanistik, Logis, Akomodatif, dan Handal. Dengan memadukan nilai keagamaan dan penguasaan IPTEK, Madrasah Al-Ishlah siap melahirkan generasi penerus yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Views: 69

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait