BANDUNG – Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober bukanlah sekadar perayaan seremonial. Tanggal ini ditetapkan berdasarkan sejarah Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, di mana para kiai dan santri pondok pesantren mewajibkan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat juang dan nilai-nilai luhur inilah yang dihidupkan kembali di MI Al-Ishlah pada pembiasaan pagi, Rabu, 22 Oktober 2025. Suasana madrasah hari ini tampak berbeda, dihiasi lautan putih dari pakaian khas santri yang dikenakan oleh seluruh siswa. Siswa laki-laki tampak gagah dengan balutan sarung, baju koko, dan peci, sementara siswi perempuan tampil anggun dalam balutan busana muslimah, semuanya dalam nuansa warna putih yang melambangkan kesucian.
Meski dalam suasana perayaan, kekhusyukan ibadah pagi tetap menjadi prioritas. Kegiatan diawali seperti biasa dengan doa bersama, dilanjutkan dengan tadarus dan murojaah Al-Quran. Setelah hati para siswa dipenuhi dengan lantunan ayat suci, momen beralih ke amanat pagi yang disampaikan langsung oleh Kepala Madrasah, Bapak Drs. Kiagus Ahmad Ismail. Dalam amanatnya, beliau mengingatkan kembali peran vital para santri di masa penjajahan yang turut berjuang dalam merebut kemerdekaan. Dengan nada bangga, beliau mengungkapkan bahwa Masjid Al-Ishlah yang didirikan pada tahun 1927, menjadi salah satu saksi bisu perjuangan para santri di wilayah Jawa Barat. “Hari Santri kita peringati sebagai pengingat bagi kita semua untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik, meneladani semangat para santri pejuang yang tak kenal lelah membela agama dan negara,” tegas Pak Kamad.
Selesai amanat, suasana menjadi semakin khidmat. Gema Sholawat Badar membahana di seluruh penjuru madrasah, dipimpin oleh para guru dan diikuti oleh seluruh siswa dengan penuh kerendahan hati:
Puncak dari perayaan ini adalah pembacaan Ikrar Santri Al-Ishlah secara serentak. Ikrar ini bukan sekadar hafalan, melainkan sebuah janji dan komitmen yang ditanamkan madrasah kepada setiap siswa. Dipandu oleh guru, para siswa berikrar:
Ikrar santri mi al ishlah
ساتر عن العيوب
نائب عن الوالد ين و الأستاذ
تائب عن الذنوب
راغب فى الله
Kami santri mi Al ishlah berjanji
Menutupi keburukan
Menjadi penerus orangtua dan guru
Bertaubat dari segala dosa
Mendekatkan diri pada Ilahi
Kegiatan pagi itu ditutup dengan doa, meninggalkan kesan mendalam di hati para siswa. Perayaan Hari Santri di MI Al-Ishlah berhasil memadukan antara penghormatan terhadap sejarah, penguatan spiritual, dan peneguhan komitmen untuk menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia, sesuai dengan nilai-nilai kesantrian.



0 Comments